Detail Cantuman
Advanced Search
SKRIPSI PAI
Peran Guru PAI dalam Membina Kesehatan Mental Siswa SMP Negeri 2 Karangsambung Kebumen
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Agama
Islam (PAI) dalam membina kesehatan mental siswa serta mengidentifikasi
faktor-faktor yang memengaruhi kondisi tersebut di SMP Negeri 2
Karangsambung. Guru PAI di sekolah ini tidak hanya berperan sebagai pengajar
materi agama, tetapi juga sebagai pembina karakter dan pembimbing spiritual
yang berupaya menjaga keseimbangan perkembangan jasmani, akal, dan rohani
siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan
penelitian terdiri dari guru PAI, guru Bimbingan Konseling, kepala sekolah, serta
beberapa siswa kelas VIII. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk
memberikan gambaran yang utuh mengenai praktik pembinaan kesehatan mental
yang dilakukan guru PAI di sekolah.
Berdasarkan hasil penelitian, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di
SMP Negeri 2 Karangsambung Kebumen melaksanakan perannya secara
menyeluruh, mencakup fungsi sebagai murabbi (pendidik), mu’allim (pengajar),
muaddib (teladan), mudarris (guru akademik), dan mursyid (pembimbing
spiritual). Peran tersebut diwujudkan melalui kegiatan keagamaan seperti shalat
dzuhur berjamaah, tadarus Al-Qur’an, pembacaan Asmaul Husna, doa harian, dan
hafalan surat pendek. Selain itu, guru juga menghadirkan pembelajaran yang
terstruktur dan relevan dengan kehidupan siswa, menampilkan keteladanan dalam
sikap sehari-hari, serta memberikan bimbingan personal kepada siswa yang
menghadapi tekanan emosional maupun spiritual. Data lapangan menunjukkan
bahwa di setiap kelas VIII (VIII A–VIII D) terdapat 1–2 siswa yang mengalami
gejala gangguan kesehatan mental, misalnya mudah cemas, minder, enggan
beribadah, atau menarik diri dari pergaulan. Siswa dengan kondisi sehat mental
memiliki fisik yang bugar, emosi stabil, semangat belajar tinggi, serta ketenangan
dalam beribadah. Sebaliknya, mereka yang kurang sehat mental tampak kurang
percaya diri dan sulit mengendalikan tekanan batin. Kesehatan mental siswa
dipengaruhi oleh faktor internal berupa kondisi fisik, psikis, dan spiritual, serta
faktor eksternal meliputi dukungan keluarga, lingkungan sekolah, dan pergaulan
sosial. Lingkungan sekolah yang religius dengan program rutin seperti pesantren
Ramadan dan pembacaan Asmaul Husna berperan penting dalam memperkuat
karakter siswa. Keseimbangan kedua faktor ini terbukti mendukung ketenangan
batin, motivasi belajar, serta pembentukan karakter Islami yang positif. Dengan
peran strategis guru PAI, siswa dapat berkembang menjadi pribadi yang sehat
mental, berprestasi, berakhlak mulia, dan religius.
Ketersediaan
| 4188.SB.PA | PAI 4188 ULI p 2025 | Perpustakaan IAINU Kebumen | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
PAI 4188 ULI p 2025
|
| Penerbit | IAINU Kebumen : Kebumen.., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
-
|
| Bahasa | |
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
PAI 4188 ULI p 2025
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
Cet. 1
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






