Diskursus keislaman dan keindonesiaan di negeri tercinta indonesia belakangan ini cenderung sibuk mempersoalkan kulit daripada isi
buku ini akan membahas pergeseran orientasi dari feminis sebagai gerakan sosial dan pemikiran ke feminis sebagai ideologi.
Buku yang ditulis Prof. Dr. Aksin Wijaya dkk. ini bisa menjadi salah satu rujukan dalam memperdalam penguatan moderasi beragama yang diamanatkan oleh pemerintah. Di dalamnya, kita bukan hanya akan mendapati moderasi beragama dalam tataran konsep-konsep abstrak, melainkan juga variasi metode dan langkah-langkah praksis yang dapat diupayakan.
buku ini membahas berbagai varian, proses perkembangan, dan perubahan epistemologi dalam suatu islam historis, yakni islam indonesia yang mutakhir
buku ini berhasil menguraikan gagasan Abdul Karim soroush yang tidak hanya baru dari segi isi, tetapi juga dari segi argumentasinya.
jika meneliti secara seksama karya-karya pemikir besar muslim yang dikomentario dalam karya ini, kita segera menyadari betapa tradisi kritik merupakan urat nadi peradaban islam
Buku ini membahas unsur-unsur Ulul al-qur'an dengan cara baru, mensistematisasinya serta mendiferensasi antara wahyu, al-Qur'an, dan Mushaf Utsmani. Ketiga istilah itu menurut Aksin mempunyai makna yang berbeda, kendati menunjuk pada satu titik yang sama, yakni pesan Tuhan. pesan TUhan yang tersimpan di dalam ketiga istilah itu juga berbeda dari segi autentisitasnya, sehingga dia menawarkan pen…
Buku ini mulanya adalah disertasi Dr. Aksin Wijaya yang dipertahankan di UIN Sunan kalijaga Yogyakarta. Selain mampu mensistematisasi teori interpretasi al-qur'an ibnu Rusyd secara hermeneteuis, ia juga menemukan beberapa hal penting yang cukup mengagetkn
Itulah salah satu dampak buruk dari pengajaran atas nama pendidikan Islam di pascasarjana UIN namun dengan materi kemusyrikan yaitu metode hermeneutika