"Jangan agungkan Eropa sebagai keseluruhan. dimana pun ada yang mulia danjahat...Kau sudah lupa kiranya, Nak, kolonial selalu iblis. Tak ada yang kolonial pernah mengindahkan kepentingan bangsamu", Pramoedya Ananta Toer.
roman tetralogi baru mengambil latar kebangunan dan cikal bakal nasion bernama indonesia di awal abad ke-20.
Semasa jayanya majapahit, Nusantara merupakan kesatuan maritim dan kejayaan laut terbesar diantara bangsa-bangsa beradab di muka bumi
Roman Tetralogi Buru mengambil latar kebangunan dan cikal bakal nasion bernama indonesia di awal abad ke 20, dengan membacanya waktu kita dibalikan sedemikian rupa dan hidup di era membibitnya pergrakan nasional.
Cerita dari digul merupakan kumpulan tulisan karya para eks-digulis, mereka pernah dibuang sebagai tahanan politik semasa pemerintahan kolonial hindia-belanda, berbagai cerita-cerita itu yang sungguh-sungguh terjadi.