pandangan gender mendapat tempat istimewa di masyarakat luas tempat dikotomi laki-laki perempuan dipahami secara umum dan acapkali dijustifikasi
Buku ini berawal dari hasil penelitian pada tahun 2006 yang kemudian disistematisasi kembali dengan beberapa tambahan, sisi bidik pembahasanya adalah harmoni dalam budaya jawa
keanggotaan kelompok kerja ini terdiri dari para akademisi, peneliti, dan pemerhati perempuan yang memiliki komitmen tinggi untuk meningkatkan kedudukan perempuan di indonesia dengan cara mensosialisasikan materi konvensi PBB
Kekhawatiran sebagian orang terhadap peran kitab kuning dalam melanggengkan ketidakadilan gender telah ditepis oleh kyai sebagai tokoh masyarakat yang memiliki otoritas dalam mensosialisasikan ajaran-ajaran yang terjandung di dalamnya. Secara teoritis, kekhaatiran tersebut memang sangat wajar, namun dalam tataran praktis kekhawatiran tersebut dapat dianggap sengat berlebihan, karena kiyai memil…
Kesetaraan kedudukan antara perempuan dan laki-laki oleh banyak kalangan, dinilai telah menjadi salah satu ciri dari majunya suatu negara, karena semua negara pun berusaha menyelaraskan derap pembangunanya dalam ras kesetaraan gender.
buku ini sangat menarik ditelaah karena penulis menggunakan cara pandang kritik-diri (self-critique) mengungkapkan kontestasi gender di Muhammadiyah dan penulisnya adalah aktivis gender di dalamnya
buku ini merupakan salah satu kajian yang cukup serius mengenai persinggungan kiai dengan isu-isu keailan gender
Komitmen Nasional maupun internasional untuk mewujudkan kesetaran dan keadilan gender dalam berbagai bidang pembangunan belum menunjukan hasil yang signifikan, salah satunya ditunjukan dengan capaian gender.
Gender adalah pembedaan peran perempuan dan laki-laki yang pembentukanya dari konstruksi sosial dan kebudayaan, jadi bukan karena konstruksi yang dibawa sejak lahir.